Teringat perkataan dua orang proklamator Republik Indonesia bertahun-tahun yang silam. Bung Karno mengatakan, “Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan kuguncang dunia”, sedangkan Bung Hatta mengatakan, “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia, yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menderita. Bung Karno dan Bung Hatta tidak sedang bermain-main saat mengeluarkan statement seperti itu. Keduanya berani mengeluarkan statement tersebut karena sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan meraih kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia.
Sepanjang peradaban manusia, pemuda adalah inspirator. Berbagai perubahan yang terjadi di setiap bangsa, pemuda adalah penggeraknya. Berbagai bakat, potensi, kecenderungan, yang mengarah pada kebaikan maupun kejahatan memiliki dorongan yang sama kuatnya ketika masa muda.

Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas suatu bangsa Pemuda dengan semangatnya dan karakteristik penuh semangat, dinamis, kreatif, inovatif, reformis, dan masih banyak lagi karakteristik yang melekat padanya mampu menjadi agent of change (agen peubah) dalam suatu masyarakat.

Pada masa kini, banyak sekali prestasi yang telah ditorehkan oleh pemuda khususnya pemuda Indonesia baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Sebut saja Nelson Tansu, seorang profesor termuda dalam bidang teknik listrik di Amerika yang merupakan warga negara Indonesia (WNI). Tidak hanya prestasi dalam bidang sains dan teknologi, pemuda Indonesia banyak juga yang memiliki prestasi dalam bidang yang lainnya seperti seni, olahraga, bisnis kreatif, dan lain-lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Bertolak belakang dengan berbagai prestasi yang mengharumkan nama bangsa, saat ini banyak fenomena yang terjadi di kalangan pemuda yang memprihatinkan dan mempermalukan nama bangsa. Banyak pemberitaan di televisi yang menampilkan sosok pemuda dengan perbuatan yang tidak terpuji bahkan meresahkan masyarakat. Seperti pemuda yang menggunakan narkoba atau pemberitaan baru-baru ini tentang tawuran pelajar SMU di Jakarta yang menewaskan dua orang pelajar SMU. Lebih ironinya, pelajar yang melakukan perbuatan tersebut tidak merasa manyesal karena telah menghilangkan nyawa orang lain. Sungguh merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan meresahkan masyarakat.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang dimilikinya, pemuda diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual. Tetapi yang lebih penting dari dari itu pemuda memiliki juga kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial. Dengan kecerdasan intelektualnya, pemuda dapat membantu masyarakat untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya. Pemuda yang memiliki semangat yang tinggi dan kadang meledak-ledak dapat lebih tenang dan bijaksana karena memiliki kecerdasan emosional. Begitu pula ketika pemuda menggunakan kecerdasan sosialnya, ia akan menjadi lebih peka terhadap orang lain dan masyarakat sekitarnya. Dengan mengkombinasikan ketiga kecerdasan tersebut, maka pemuda dapat memberikan kontribusi yang baik untuk meningkatkan kualitas bangsa dan pembangunan nasional.

Kebangkitan perekonomian bangsa juga tidak terlepas dari peran pemuda. Kreativitas kaum muda dalam menciptakan lapangan pekerjaan menjadikan pemuda tidak lagi bersikap pasif menunggu pekerjaan datang menghampirinya. Kreativitas pemuda, menumbuhkan kemandirian finansial. Saat ini banyak pemuda di usianya yang begitu muda meraih kesuksesan dalam kehidupan pribadinya. Salah satu indikatornya adalah banyak pemuda yang kehidupan ekonominya telah mapan di usia muda. Kenyataan tersebut memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pembangunan perekonomian di negara ini karena ketika kondisi finansial masyarakat baik, maka daya beli masyarakat pun akan tinggi sehingga perekonomian negara juga baik.

Pemuda yang memiliki kecerdasan sosial, etos kerja yang tinggi dan kreatif tidak berhenti berusaha setelah meraih kemapanan finansial. Tidak sedikit dari para pemuda ini yang turut memperhatikan nasib masyarakat ekonomi lemah. Seperti Elang Gumilang, seorang pemuda yang usianya masih sangat muda telah mampu dan mau memikirkan nasib orang-orang di sekitarnya yang belum memiliki rumah tinggal. Keprihatinannya terhadap golongan ekonomi lemah ini mendorong dirinya untuk berbuat sesuatu yang mulia. Dengan berpegang pada prinsip “Berbisnis untuk Kemuliaan”, akhirnya ia memutuskan untuk terjun berbisnis properti yang segmen pasarnya adalah masyarakat golongan ekonomi lemah. Dari bisnis yang ia jalankan ini, tidak hanya keuntungan yang ia peroleh tapi juga kemuliaan karena dapat membantu banyak orang untuk hidup lebih layak. Bisnis yang dijalankannya sangat membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menciptakan makin banyak lapangan pekerjaan.

Elang Gumilang maupun Nelson Tansu hanya sebuah contoh sosok pemuda yang telah mampu mengkombinasikan dan mengaplikasikan kecerdasan intelektual, emosional, maupun sosial mereka sehingga mengharumkan nama bangsa ini dan berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian bangsa kea rah yang lebih baik. Penulis yakin masih banyak sosok-sosok pemuda yang telah memiliki kontribusi dalam meningkatkan perekonomian bangsa ini, hanya saja belum terekspos oleh media. Tetapi menjadi populer bukanlah tujuan utama karena yang terpenting adalah pemuda harus senantiasa menjadi inspirator, penggerak juga change agent yang memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengubah kehidupan bangsa menjadi lebih baik, maju, dan sejahtera.

Semoga dengan semangat Sumpah Pemuda kali ini akan lahir sosok-sosok pemuda yang diharapkan kehadiran maupun kiprahnya oleh masyarakat dan dibanggakan oleh negeri ini. Sekian.

(Diana Djuwita, Ikatan Mahasiswa Ekonomi Islam (IMEIs) Cirebon)

Categories: Berita, Kajian FoSSEI, Opini

Leave a Reply


  • Visitor


    Flag Counter


  • Contact Us


    KANTOR PUSAT FORUM SILATURRAHIM STUDI EKONOMI ISLAM (FoSSEI)

    Jl Setiabudi Tengah No. 29 Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Lt. Dasar #3, Kuningan, Jakarta Selatan 12910

    Telp : 021-5290 1515
    Fax : 021-5290 1516
    E-mail : mediafossei@gmail.com
  • Polling

    Mengapa Anda berminat mempelajari Ekonomi Syariah ?

    View Results

    Loading ... Loading ...
  • Supported By

    • Masyakat Ekonomi Syariah
    • Ikatan Ahli Ekonomi Islam
    • Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah
    • iB Lifestyle