Bank Islam di Inggris?

Bank Islam di Inggris?

Disusun oleh Eka Anan Kubota
Badan Pekerja Nasional FoSSEI

Dengan meningkatnya minat perbankan dan keuangan islam di beberapa negara muslim, membuat sebagian negara non muslim melirik keuangan islam tersebut.

Terlebih dengan adanya krisis yang kala itu melanda Amerika Serikat pada tahun 2007 lalu, memberikan dampak yang begitu signifikan pada perekoniman negara, dimana banyak perusahaan dan perbankan yang mengarah pada kebangkrutan. Namun kondisi tersebut membuat ekonomi syariah semakin meningkat, begitu juga dengan inggris, yaitu london sebagai ibukota eropa, inggris ingin menerapkan dengan tindakan tata kelola perusahaan perbankan yang mengacu pada bank sentral Malaysia yaitu BNM (Bank Negara Malaysia).
Adapun beberapa rintangan perbankan islam yang harus dihadapi karena relatif baru dan ketidakbiasaan di negara barat ini, di mana jumlah umat islam yang minoritas, inilah salah satu rintangan kemajuan perbankan dan keuangan islam di inggris.
Rintangan berikutnya ialah jangkauan dan aspirasi internasional untuk keuangan Islam yang beroperasi di Inggris, menunjukkan bahwa tugas melembagakan penasihat syariah atau dewan konsultasi atau badan lain yang serupa merupakan tantangan yang besar di Inggris, tidak sedikit di antara tantangan ini adalah reaksi politik yang bisa cukup diantisipasi dengan seperti itu, dan hubungan penuh bahwa itu praktek sekuler.

Namun sejak tahun 2000, Financial Services Authority (FSA) atau kalau di dindonesia Otoritas Jasa Keuangan, dan pemerintah Inggris sudah agak mendukung keuangan Islam. Sir Howard Davies (Ketua OJK), menyatakan pada tahun 2003 bahwa “Inggris memiliki kepentingan ekonomi yang jelas dalam upaya untuk memastikan bahwa kondisi untuk pasar Islam berkembang pada tempatnya di London dan bahwa bank syariah dikelola dengan baik bagi para konsumen muslim, baik untuk inovasi dan keberagaman di pasar dan baik untuk London sebagai pusat keuangan internasional”. Dalam menciptakan penasehat pusat atau badan penegak dengan tingkat kredibel kemerdekaan dari pemerintah Inggris dan bank itu sendiri akan memperkuat integritas, dan meningkatkan tata kelola perusahaan, bank-bank Islam dan Dewan Syariah mereka di Inggris.

Adapun dalam pembahasan artikel ini memiliki sebuah beberapa solusi antara lain, melembagakan badan pusat bisa dibilang akan membantu mengurangi ketidakpastian hukum. Dimana bank syariah di Inggris rentan, karena tidak adanya sistem hukum sebagai ahli dalam hal syariah yang berada di Malaysia dengan membutuhkan dan bergantung pada Dewan Pengawas Syariah
Sebagai kesimpulan sesungguhnya tidak ada model tunggal atau negara dapat menawarkan sebuah solusi lengkap untuk setiap satu masalah, banyak solusi yang kurang lengkap untuk setiap masalah dari banyak masalah yang mau tidak mau akan menemani pengenalan atau perluasan perbankan dan keuangan Islam dalam yurisdiksi baru. Setiap negara dan sejarahnya yang unik – seperti sejarah dan realitas Perbankan dan keuangan Islam di mana pun berada.

Sumber : Scott Morrison, Ph.D* “journal of islamics economics banking vol 1-10, no 1”
*Associate Professor, Akita University, Tegata Gakuen-cho 1-1 , Akita City, Akita 010-8502
JAPAN, Tel. +81 (0) 18-889-3252, Mobile: +81 (0) 80-3045-6789, Email:
smsmorrison@gmail.com, morrison@gipc.akita-u.ac.jp
di review oleh
Eka Anan Kubota
Mahasiswa smester 7 – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI,
Badan Pekerja Nasional FoSSEI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *