Nasihat Buat Para Pedagang dari Syaikh Ibnu Baz

image

Pertanyaan:
Samahatusy Syaikh, apa nasehat anda kepada para pedagang secara umum? Alangkah baiknya andaikata anda menjelaskan perbedaaan antara memakan dari penghasilan yang halal dan dari penghasilan yang haram. Semoga Allah membalaskan kebaikan bagi anda dan menjadikan ilmu anda bermanfaat.

Jawaban:
Nasehat saya kepada para pedagang umumnya agar mereka bertakwa kepada Allah سبحانه و تعالى dan menjalankan transaksi secara jujur dan jelas terhadap apa yang mereka katakan terkait dengan kriteria-kriteria barang yang mereka promosikan dan menjelaskan bilamana terdapat aib (cacat) pada barang-barang mereka tersebut sehingga mudah-mudahan Allah akan memberkahi jual-beli yang mereka lakukan.

Terdapat hadits shahih dari Nabi صلی الله عليه وسلم bahwasanya beliau bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيُدْخَلَ اْلجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلىَ النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ
“Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ketika datang ajalnya, dia dalam kondisi beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Dan, hendaklah pula dia datang kepada manusia (dengan membawa) hal yang dia sendiri suka bila didatangkan (dibawa) kepadanya.” (Shahih Muslim, kitab Al-Imarah (1844)).

Demikian pula terdapat hadits shahih lainnya bahwasanya beliau صلی الله عليه وسلم bersabda (artinya):

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kamu hingga dia men-cintai bagi saudaranya apa-apa ynag dia mencintainya bagi dirinya sendiri.” (Shahih al-Bukhari, kitab Al-Iman (13); Shahih Muslim kitab Al-Imarah (1844), kitab Al-Iman (45)).

Bilamana seseorang tidak suka diperlakukan oleh orang lain (dalam suatu transaksi) dengan tanpa menjelaskan terlebih dahulu kepadanya, bagaimana mungkin dia sendiri tidak suka hal itu terjadi pada dirinya sementara dia tega itu terjadi pada orang selainnya?

Kita memohon kepada Allah dan semua saudara kita, kaum Muslimin agar diberi hidayah dan saling menasehati terhadap para hamba Allah, sesungguhnya Dia Maha Kaya lagi Mahamulia, wallahu a’lam. Wa shallallahu ala Nabiyyina Muhammad.

Rujukan:
As’ilatun Min Ba’dhi Ba’i’is Sayyarat, Hal.22-23 dari fatwa Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

#KamnasFoSSEI2016 #EksyarMilikBersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *