Langkah Strategis Menuju SDM Ekonomi Syariah Berdaya Saing

geraibanksyariah600-300x200-1Indonesia telah memperoleh pengakuan Internasional seperti bersama dengan UAE, Arab Saudi, Malaysia dan Bahrain, Indonesia saat ini sudah dianggap berada dalam posisi to offer lessons kepada negara lain di dunia untuk pengembangan keuangan syariah. Selain itu bersama Qatar, UAE, Arab Saudi, Malaysia, Turki (QISMUT), Indonesia dianggap sebagai kekuatan pendorong keuangan syariah di masa depan.

Gambar: mysharing.co

 

 

 

ab

Sumber : World Islamic Banking Competitiveness Report 2014-2015, EY and MEGA

Namun pengakuan dan anggapan ini hanya akan menjadi sebuah wacana jika kita lihat pada keadaan terkini mengenai SDM ekonomi syariah. Mulai dari timpangnya antara permintaan dan penawaran SDM hingga pihak perbankan syariah kesulitan untuk mencari SDM perbankan syariah yang kompeten dan mumpuni.[1]

Direktur Umum Islamic Research and Training Institute dari Islamic Development Bank (IDB), M. Azmi Omar, menjelaskan,‎ “Indonesia memiliki potensi sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi syariah. Maka pemerintah melalui dunia pendidikan harus ‘menolong’ dengan pertumbuhan SDM berkualitas guna menyokong industri ini”.

Azmi menjelaskan, “dunia pendidikan Indonesia belum memiliki konsep yang relevan antara pendidikan dengan pertumbuhan ekonomi syariah. Padahal ini penting disiapkan dari sekarang, apalagi industri ekonomi syariah di Indonesia semakin membesar.”[2]

Oleh karena itu perlu langkah strategis menuju SDM ekonomi syariah berdaya saing. Sebagai perwujudan komitmen untuk proaktif mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia, Bank Indonesia bekerja sama dengan Islamic Research and Training InstituteIslamic Development Bank (IRTI–IDB) menyelenggarakan Seminar “Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Capital Development)” pada tanggal 13 Mei 2016 lalu  di Jakarta. Seminar yang mengangkat tema “Mencetak Sumber Daya Manusia yang Kompetitif bagi Pemberdayaan Ekonomi (Producing Competitive Human Capital for Economic Empowerment)” tersebut menghadirkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hendar sebagai keynote speaker. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pertemuan tahunan ke-41 IDB Group.

Hendar menyampaikan 3 hal yang perlu diadopsi dalam pengembangan SDM syariah. “Pertama adalah ‘link and match‘. Pengajaran ekonomi syariah harus dapat menyediakan materi pengajaran yang relevan dengan tantangan terkini, agar siap bersaing dan dapat memenuhi kebutuhan pasar.

“Kedua, program pengembangan berbasis teknologi. Saat ini adalah era teknologi digital. Di bidang teknologi keuangan, banyak start-up yang menyediakan jasa keuangan dengan biaya yang lebih murah dan persyaratan yang lebih mudah. Sebagian start-up juga mulai menggunakan keuangan syariah sebagai model bisnisnya. menurut hemat Saya, lulusan ekonomi syariah perlu menguasai pengetahuan di bidang teknologi di level tertentu mengingat industri keuangan saat ini menggunakan teknologi secara masif”, papar Hendar. “Terakhir adalah menetapkan platform yang kokoh untuk kerja sama antar institusi pendidikan baik secara global maupun domestik.”

Dari diskusi ini (BI dan IDB) akan diperoleh solusi terbaik dalam menghasilkan SDM yang kompetitif di tingkat nasional dan global bagi negara-negara berkembang. Pertama, akan adanya kebutuhan road map tentang SDM yang kompetitif. Kedua, akan adanya intervensi dan kontribusi IDB dalam membangun SDM yang kompetitif di pendidikan tinggi nasional dan Islam. Ketiga, akan adanya Beasiswa IDB dan kontribusinya untuk pengembangan SDM di Indonesia. Terakhir, akan adanya strategi untuk mendorong pengembangan SDM di industri keuangan syariah.[3]

Oleh: Riyas Yayuk Basuki (Staff Keilmuan Badan Pekerja Nasional FoSSEI Nasional)

[1] http://bisniskeuangan.kompas.com/

[2]http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/16/05/13/o73txo382-universitas-ditantang-penuhi-sdm-ekonomi-syariah

[3]http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/BI-dan-IDB-Tingkatkan-Kualitas-SDM-Ekonomi-Syariah.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *