Industri Keuangan Syariah: Prediksi Perkembangan di Tahun 2017

Oleh: Fariza Bahari Fadliani

KSEI Al-Ahnaf Politeknik Negeri Bandung

Gencarnya sosialisasi pemerintah, terutama melalui lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengenalkan produk-produk keuangan syariah kepada masyarakat luas mempunyai dampak yang sangat baik terhadap perkembangan industri keuangan syariah. Terbukti dengan aset industri keuangan syariah terutama perbankan syariah yang meningkat selama 5 tahun terakhir, walaupun perkembangannya tidak bisa dikatakan meningkat pesat, namun industri keuangan syariah secara perlahan dan pasti terus menunjukkan kemajuannya.

Perkembangan industri keuangan syariah yang belum sepenuhnya efektif memiliki beberapa faktor penyebab. Pertama, perlu diakui adanya fakta bahwa perkembangan industri keuangan syariah terhambat pada pengenalan produk-produknya yang banyak menggunakan istilah dari Bahasa Arab yang dianggap agak sulit untuk dipahami oleh masyarakat. Hal ini menjadi faktor bahwa masyarakat lebih banyak memilih bank konvensional yang menggunakan bahasa produk yang mudah dipahami dan sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat luas.

Kedua, unit-unit industri keuangan syariah masih kalah dengan unit-unit keuangan konvensional dilihat dari jumlah kantor-kantor yang tersebar di daerah-daerah Indonesia. Masyarakat terutama di kawasan perdesaan masih sangat sulit untuk menjangkau kantor lembaga-lembaga keuangan syariah ataupun fasilitas mandiri perbankan syariah seperti ATM.

Ketiga, sebagai salah satu sektor industri keuangan syariah yang rata-rata menyumbangkan nilai aset terbesar, perbankan syariah masih terbentur oleh paradigma masyarakat yang menganggap bahwa perbankan syariah tidak ada bedanya dengan perbankan konvensional. Hal tersebut dilihat dari sistem margin pembiayaan yang dianggap masih terlalu berorientasi profit pada perbankan syariah dan belum memihak kepada nasabah, padahal jelas bahwa prinsip dasar perbankan syariah adalah ta’awun.

Keempat, sumber daya industri keuangan syariah yang masih sangat terbatas. Dapat dilihat dari latar belakang para pegawai lembaga keuangan syariah yang sebagian besar bukan dari lulusan yang sesuai dengan kompetensi Ekonomi Islam. Padahal untuk terus mengembangkan industri keuangan syariah, dibutuhkan orang-orang yang memang memiliki kompetensi dalam bidang tersebut.

Solusi dan Langkah Strategis yang Dapat di Terapkan

  1. Adanya pemahaman kepada masyarakat mengenai produk-produk lembaga keuangan syariah terutama pemasaran dari lembaga keuangan syariah itu sendiri dalam menarik nasabah. Penjelasan yang diberikan haruslah secara menyeluruh kepada nasabah dengan menawarkan beberapa alternatif produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, jangan hanya mengunggulkan salah satu produk saja. Contohnya produk yang selalu diunggulkan dalam pembiayaan adalah Murabahah, padahal produk pembiayaan lain seperti Istishna, Salam, Ijarah, dll juga sangat berpotensi menghasilkan keuntungan untuk lembaga keuangan syariah.
  2. Adanya perhatian khusus dalam ekspansi lembaga keuangan syariah di Indonesia agar dapat melayani masyarakat secara lebih efektif dengan pemerataan kantor-kantor operasional di seluruh daerah Indonesia. Juga pemerataan penunjang fasilitas kebutuhan nasabah terutama perbankan syariah seperti ATM, layanan online, dan layanan mobile.
  3. Transparansi lembaga syariah dalam hal penawaran margin perlu ditingkatkan. Adanya pengembalian nyawa akad dengan fasilitas tawar-menawar margin dan juga penjelasan yang baik dari pegawai kepada nasabah.
  4. Perlu adanya perhatian khusus dalam segi pemenuhan sumber daya insani yang dibutuhkan oleh industri keuangan syariah. Hal tersebut dapat dimulai dari penambahan program studi keuangan syariah yang dapat dilakukan oleh lembaga perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, perlu adanya perbaikan kurikulum yang menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri keuangan syariah yang dapat dilakukan melalui seminar maupun pelatihan. Sehingga terciptanya sumber daya-sumber daya yang berkompetensi ini diharapkan dapat menciptakan inovasi terhadap produk-produk industri keuangan syariah yang dapat membantu nasabah dalam pemenuhan kebutuhannya.
  5. Sosialisasi yang harus terus dilakukan untuk mengenalkan produk-produk industri keuangan syariah kepada masyarakat luas, baik secara elektronik, media cetak, seminar, maupun pameran lembaga keuangan syariah.

Prediksi Hasil yang Akan dicapai Industri Keuangan Syariah pada Tahun 2017

Prospek industri keuangan syariah di Indonesia pada tahun 2017 diprediksi akan terus meningkat, karena adanya beberapa faktor pendukung yang dimiliki oleh indutri keuangan syariah Indonesia. Pertama, Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim, ini merupakan lahan basah bagi Industri keuangan syariah dan merupakan prospek ekonomi yang baik. Kedua, adanya sumber daya yang melimpah di Indonesia merupakan kelebihan tersendiri karena lembaga keuangan syariah di Indonesia lebih berkonsentrasi pada pembangunan sektor riil dan nyata yang ditawarkan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Ketiga, produk-produk yang ditawarkan oleh industri keuangan syariah dapat mempertahankan kestabilan ekonomi nasional, seperti produk kerja sama yang dapat menjadi alternatif pembagian keuntungan yang adil bagi nasabah dan lembaga keuangan syariah.

Apabila perbaikan dilakukan secara terus-menerus dan pengembangan sektor-sektor industri keuangan syariah terus dipertahankan, maka di tahun ini dapat diprediksikan bahwa industri keuangan syariah akan mengalami peningkatan aset dan diharapkan mampu menjadi pionir serta kiblat dalam sektor industri keuangan syariah dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *