Meraih Cuan di Pasar Modal Pasca Pandemi

Oleh: Muharriq Fachreziya (Bapernas FoSSEI 2019/2020)

Pandemi Covid-19 muncul pertama kali di Indonesia pada awal bulan Maret 2020. Hal tersebut diumumkan pertama kali oleh Presiden Jokowi setelah adanya 2 WNI yang dinyatakan positif Covid-19 pasca melakukan kontak fisik dengan WNA[i]. Kemudian seiring berjalannya waktu, kasus positif Covid-19 semakin meningkat. Sampai artikel ini ditulis, sudah ada 27.549 orang yang dinyatakan positif Covid-19[ii]. Dengan munculnya Pandemi Covid-19, sangat berdampak kepada beberapa instrumen di Indonesia, salah satunya adalah pasar modal.

Pada Jumat, 28 Februari 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul parah ke level yang cukup rendah. IHSG ditutup melemah 1,50 persen atau 82,99 poin ke level 5.452,70. Angka itu merupakan level terendah sejak Mei 2017. Sebelumnya pada perdagangan Kamis, 27 Februari 2020, IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.535,69 dengan penurunan 2,69 persen. Selain di dalam negeri, tekanan juga terjadi di bursa global dan regional. Semua indeks utama Wall Street mengalami penurunan, bahkan dalam seminggu Dow Jones pernah turun 12 persen, Indeks S&P 500 turun 11,5 persen dan Nasdaq terkoreksi 10,5 persen. Secara rata-rata mingguan ini merupakan kinerja terburuk sejak 2008[iii]. Melihat keadaan tersebut, OJK meberlakukan kebijakan agar penurunan indeks yang terjadi tidak terlalu dalam. Misalkan saja emiten dapat melakukan buyback. Selain itu, OJK juga memberlakukan larangan short selling, auto rejection, di mana saham yang turun 5 persen dihentikan perdagangannya[iv].

Tak bisa dipungkiri mewabahnya Covid-19 akan memengaruhi ekonomi global yang membuat nilai saham turun sehingga investor memang harus sangat hati-hati saat berinvestasi saham[v]. Kemudian tidak sedikit pula dari para investor yang menjual sahamnya dikarenakan adanya kekhawatiran dari para investor melihat IHSG yang semakin melemah. Namun hal tersebut menurut hemat kami menjadi suatu kesempatan yang sangat luar biasa khususnya bagi para investor syariah. Apalagi bagi mereka yang orientasi investasinya adalah jangka panjang. Terkhusus bagi para investor pemula ini adalah kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Di saat kondisi pasar sedang lesu karena banyak investor yang keluar dari bursa saham nasional, inilah peluang baik untuk masuk. Kondisi seperti saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli atau mengakumulasi saham secara selektif.. Di saat harga-harga saham menurun seperti saat ini, investor justru memiliki peluang besar untuk memiliki atau mengakumulasi saham-saham unggulan dengan harga yang terbaik.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi yang mengatakan adanya kenaikan jumlah Single Investor Identification (SID) atau identitas tunggal investor sejak awal tahun. Padahal, modal asing keluar (capital outflow) terus terjadi sejak awal tahun akibat pandemi Covid-19. Hingga Maret lalu, total SID saham mencapai 1.160.542 akun. Jumlah itu meningkat 55.932 akun atau 4,82 persen dibandingkan dengan posisi awal 2020. Kemudian Direktur Pengembangan BEI Hasan Fauzi mengatakan SID saham masih tumbuh hingga April lalu. Berdasarkan data terakhir hingga kemarin, jumlah SID saham sudah mencapai 1.179.264 akun. Dengan begitu, ada penambahan SID saham baru sebanyak 74.654 atau tumbuh 6,8 persen. Jatuhnya harga saham selama wabah Covid-19 membuat pasar saham menjadi menarik dengan tawaran keuntungan jangka panjang yang cukup besar. Apalagi, saham bluechips sudah diskon hingga 50 persen, sehingga dinilai sebagai periode yang baik untuk membeli saham[vi].

Di saat harga-harga saham memerah atau bahkan minus parah pada saat ini, investor yang bijak perlu bersabar. Di saat bersabar ini, tentu tidak hanya diam saja. Ada langkah cerdas yang perlu dibangun[vii]. Terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan bagi para investor pemula untuk berinvestasi pada saat Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tips pertama yang bisa dilakukan adalah, cobalah untuk melakukan review portofolio secara berkala. Ketika kita melakukan review portofolio sesuai dengan tujuan investasi, maka alokasi aset bisa ditentukan dengan mengisi set pertanyaan investment risk profiler. Selain mengatur alokasi aset, dengan melakukan review secara berkala. Sebagai investor juga bisa melakukan penilaian apakah profil investasi masih sesuai dengan kondisi saat ini. Mengatur ulang portofolio investasi menyesuaikan dengan risiko yang dimiliki setiap instrumen investasi. Kemudian tips selanjutnya adalah, fokus pada investasi jangka panjang. Ketika harga saham sedang murah, kesempatan untuk membeli dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya, terutama dengan saham-saham bluechips, saham-saham yang governance-nya baik, bukan saham-saham gorengan. Tapi yang kemudian menjadi persoalan adalah, hal ini tentu sulit untuk diterapkan oleh investor jangka pendek. Karena sebenarnya, ini lebih cocok dilakukan untuk investasi jangka panjang, mengingat ada perbedaan perspektif antara investor jangka panjang dan jangka pendek[viii]. Dan terakhir mengurangi dana investasi yang merosot karena Covid-19 dan alihkan dana ke investasi yang tetap stabil. Pantau secara berkala setidaknya hingga akhir 2020 nanti, dan tetap update informasi perkembangan perekonomian dunia. Jangan mudah tergiur dengan investasi yang belum jelas legalitasnya[ix].

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, dan juga bertepatan dengan Hari Pasar Modal Indonesia, kami mengajak seluruh masyarakat khususnya para millenial untuk sadar investasi. Jadikan Pandemi Covid-19 momentum untuk belajar dan mengambil peran dalam kemajuan ekonomi Indonesia pasca wabah ini, salah satunya dengan menjadi Investor di Pasar Modal Indonesia. Karena kalau bukan kita sendiri yang menjadi investor siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang waktunya kapan lagi? Sudah saatnya para millenial meraih cuan di Pasar modal pasca pandemi.


REFERENSI

[i] Selengkapnya di https://solo.tribunnews.com/2020/03/02/asal-muasal-virus-corona-akhirnya-masuk-indonesia-berawal-dari-acara-pesta-dansa (Diakses pada 02/06/2020).

[ii] Selengkapnya di https://www.merdeka.com/peristiwa/data-terkini-jumlah-korban-virus-corona-di-indonesia.html (Diakses pada 02/06/2020).

[iii] Selengkapnya di https://bisnis.tempo.co/read/1314119/ihsg-rontok-akibat-corona-analis-saat-tepat-cicil-beli-saham/full&view=ok (Diakses pada 02/06/2020).

[iv] Selengkapnya di https://money.kompas.com/read/2020/04/07/190100426/ojk-sebut-pasar-modal-mulai-pulih?page=all#page2. (Diakses pada 02/06/2020).

[v] Selengkapnya di https://www.liputan6.com/bisnis/read/4211122/corona-bikin-investasi-saham-anda-terperosok-ini-cara-bangkit-kembali (Diakses pada 02/06/2020).

[vi] Selengkapnya di https://bisnis.tempo.co/read/1337780/pandemi-corona-bei-jumlah-investor-saham-terus-meningkat/full&view=ok (Diakses pada 02/06/2020).

[vii] Selengkapnya di https://www.indonesiana.id/read/138757/cerdas-investasi-di-saat-harga-harga-saham-rontok-karena-corona (Diakses pada 02/06/2020).

[viii] Selengkapnya di https://www.finansialku.com/tips-investasi-saat-pandemi-corona/ (Diakses pada 02/06/2020).

[ix] Selengkapnya di https://www.liputan6.com/bisnis/read/4211122/corona-bikin-investasi-saham-anda-terperosok-ini-cara-bangkit-kembali (Diakses pada 02/06/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *