Member Area

You are here: Home
Asian Finance Bank Alokasikan 150 Juta Dolar untuk Asia Cetak E-mail
Sunday, 31 January 2010

Asian Finance Bank berencana berinvestasi di Asia dengan alokasi dana sedikitnya 150 juta dolar AS. Asia menjadi bidikan karena ekspansi ekonomi di wilayah itu.

Bank yang mayoritas sahamnya sebesar 70 persen dimiliki oleh Qatar Islamic Bank ini akan memulai investasinya di proyek lingkungan sebesar 100 juta dolar AS, setelah itu adalah proyek ritel senilai 100 juta ringgit di Kuala Lumpur dan pembelian pesawat. “Asia akan menjadi kunci bagi perekonomian global,” kata Chief Executive Officer Asian Finance Bank, Mohamed Azahari Kamil, sebagaimana dikutip laman bloomberg, Jumat (29/1).

Pasalnya, tambah dia, investor Timur Tengah melirik Asia karena memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan belum banyaknya investor Timteng yang masuk ke pasar Asia. Qatar Islamic Bank dan Kuwait Finance House kini sedang menggenjot investasinya di Asia yang diperkirakan Bank Dunia akan berkembang lebih cepat dari kawasan lainnya di dunia. Abu Dhabi Investment Authority pun meningkatkan investasinya di emerging market ini saat melihat besarnya peluang yang ada.

Asian Finance Bank saat ini tengah mencari rekan untuk mendanai sektor penerbangan yang rencananya akan dimulai akhir tahun ini. Pada 2008 silam Asian Finance Bank menyediakan dana sebesar 300 juta dolar AS untuk investasi di sektor kelautan.

Pada bulan lalu, lanjut Kamil, Safeena Fund berinvestasi untuk proyek kapal tangki kimia di Indonesia senilai 10 juta dolar AS. Asian Finance Bank tak menjadi satu-satunya bank yang menyediakan pembiayaan syariah untuk perkapalan. Bulan lalu Kuwait Finance House mendanai proyek perkapalan sebesar 150 juta dolar AS bersama dengan rekan asal Malaysia dan Siprus.

Asian Finance Bank memulai operasionalnya di Malaysia pada Januari 2007. Bank tersebut memiliki kantor perwakilan di Jakarta dan mempertimbangkan untuk membuka cabang di Korea Selatan. Saham Asian Finance Bank juga dimiliki oleh RUSD Investment Bank Inc yang berasal dari Arab Saudi sebesar 20 persen dan Financial Assets Bahrain W.L.L (10 persen).

Bank Jabar Banten (BJB) Syariah kini tengah mempersiapkan segala persyaratan untuk pengajuan izin operasional. Rencananya paling lambat BJB Syariah akan mengajukan izin operasional ke BI pada 8 Februari mendatang.

Ketua Tim Counterpart Spin Off UUS dan Pembentukan BUS Bank Jabar Banten, Rukmana, mengatakan pihaknya kini sedang menyiapkan seluruh item yang diperlukan untuk pengajuan izin operasional. “Ada 13 item yang perlu dipersiapkan untuk mengajukan izin operasional. Salah satunya kami sedang menunggu pengesahan akte pendirian perseroan terbatas (PT) dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Rukmana kepada Republika, Jumat (29/1).

Sementara untuk item lainnya seperti daftar pemegang saham, penetapan direksi, rencana bisnis, strategi kelayakan, rencana korporasi, pedoman kerja, pemisahan unit usaha syariah dari bank umum konvensional, sistem dan prosedur kerja, neraca, infrastruktur SDM dan teknologi informasi telah siap. “Semuanya sudah siap dan BI pun sangat mendukung karena jika ada kekurangan mereka langsung menghubungi dan kami pun berusaha untuk melengkapi,” ujar Rukmana. Pada Selasa (2/2), tambah Rukmana, pihaknya dan BI akan melakukan ujicoba teknologi informasi untuk memastikan segalanya berlangsung baik. Dalam jajaran direksi BJB Syariah nantinya akan terdapat empat orang yang seluruhnya berasal dari internal BJB.

Untuk melayani kebutuhan nasabah BJB Syariah memiliki enam kantor cabang, 15 kantor cabang pembantu dan 28 layanan syariah (office channeling). Tak menutup kemungkinan layanan syariah tersebut akan ditingkatkan menjadi kantor cabang pembantu jika mengalami perkembangan cukup baik. “Kami juga berencana buka jaringan di Jakarta tetapi mungkin akan masuk di sekitar Bekasi atau Serang dulu,” papar Rukmana. BJB Syariah akan menjadi BUS Bank Pembangunan Daerah pertama yang akan beroperasi.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

"Pemuda, janganlah berkecil hati dan patah semangat. Ingat, kita terus berperan dalam sosialisasi Ekonomi Syariah terutama bagi mereka yang baru mengenalnya. Saya berharap FoSSEI tidak cepat puas untuk sosialisasi ekonomi syariah ke berbagai kalangan."

-Muliaman D. Haddad, Deputi Gubernur Bank indonesia-

JSN ImageShow - Joomla 1.5 extension (component, module) by JoomlaShine.com

Info Kurs

7-Sep-2010 / 16:02 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9075.00 8925.00
SGD 6741.80 6606.80
HKD 1169.30 1148.00
CHF 8976.40 8801.40
GBP 13974.20 13690.20
AUD 8284.45 8112.45
JPY 108.62 105.79
SEK 1251.10 1219.80
DKK 1567.90 1525.20
CAD 8730.70 8542.70
EUR 11600.80 11381.80
SAR 2429.10 2371.10

Polling

Apakah anda akan Mengikuti Kampanye Nasional FoSSEI 2010?
 

Statistik

Anggota: 1812
Berita: 150
Pranala: 7
Pengunjung: 412003

Login Form