“POTENSI ZAKAT SEBAGAI PENGENDALI INFLASI DAN INSTRUMEN MENGATASI KETIMPANGAN EKONOMI”

Oleh : Samsul Arifin ( KSEI FEB UNIVERSITAS JEMBER )

Zakat merupakan rukun Islam yang ke tiga, zakat diwajibkan atas umat islam untuk pembersihan diri maupun harta yang dimiliki. Zakat wajib dikeluarkan dalam satu tahun seperti halnya zakat fitrah yangmana nisabnya adalah 2,4 Kg beras dan untuk zakat Maal adalah setara dengan harga barang yang memiliki nilai tetap yaitu 85 Gram Emas. Zakat juga termasuk dalam pendapatan terbesar Negara.

Lalu bagaimana zakat dapat menjadi salah satu pengendali inflasi adalah diibaratkan setiap orang menunaikan zakatnya maka ketika zakat tersebut tersalurkan kepada mustahiq maka mereka akan terbantu secara finansial dan mereka akan melakukan tindakan yang akan membuat perekonomian keluarganya tumbuh yaitu dengan cara berwirausaha, maka dengan adanya wirausaha tersebut perputaran uang akan terus menerus berjalan. Zakat berpengaruh besar untuk menanggulangi inflasi maupun krisis moneter yang kemungkinan besar bisa terjadi, dengan zakat ekonomi umat akan terbantu sehingga dapat terhindar dari krisis moneter, zakat pula dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan untuk kemaslahatan umat sehingga laju perekonomian yang ada akan terus tumbuh dan umat akan mendapatkan manfaat yang besar dari zakat tersebut bisa dirasakan secara continue dan menjadi amal jariyah yang dapat menjadi penyelamat kelak di akhirat.

Lalu bagaimana zakat bisa mengatasi ketimpangan ekonomi, jadi seperti yang kita ketahui bahwasannya harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang wajib kita tunaikan. Zakat merupakan salah satu instrument yang mengatasi ketimpangan ekonomi dengan cara diberikan kepada orang yang benar – benar membutuhkan sehingga zakat dari seorang muzakki tersebut menambah pendapatan seorang mustahiq (faqir dan miskin) dan juga kekayaan tidak hanya berputar pada satu orang saja namun juga seorang yang kurang beruntung dapat menikmati manfaat dari harta yang mereka miliki dengan begitu tidak ada lagi sebutan untuk orang kaya dan orang miskin yang ada adalah semua orang akan bergotong royong dalam membangun ekonomi sehingga ketimpangan ekonomi yang sudah ada dapat teratasi.

Begitu dahsyatnya manfaat dari zakat ini mungkin kita tidak menyadarinya bagaimana bisa zakat yang kita keluarkan dapat menjadi penolong bagi orang lain maaupun untuk kita nantinya di akhirat. Dan apakah pernah terfikirkan bagaimana bisa zakat bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur jalan untuk memudahkan distribusi bahan pangan maupun kebutuhan lain sehingga tidak terjadi perbedaan fasilitas di berbagai daerah di Negara tersebut. Dan dampak zakat terhadap pertumbuhan ekonomi akan terus terasa jika kita menunaikan zakat kita terhadap mustahiq sehingga dapat mereka manfaatkan untuk membeli kebutuhan mereka.

Penerapan wajib zakat kepada umat islam bukan untuk menjadikan harta kita habis namun akan membuat harta kita semakin bertambah keberkahannya, dengan berzakat Allah akan senantiasa menambah rezeki kita, bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan yang besar sehingga zakat yang kita keluarkan juga akan semakin besar dan dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan. Jika seseorang yang memiliki penghasilan besar mengeluarkan zakatnya maka akan membantu seorang yang lain dari keterpurukan ekonominya.

Menurut saya, zakat dapat dimanfaatkan untuk membangun daerah – daerah yang masih tertinggal. Dengan memaksimalkan dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS kita dapat membangun daerah – daerah tertinggal di Indonesia, salahsatu tindakan yang dapat kita berikan adalah menunaikan zakat secara rutin dan istiqamah dan Amil zakat juga dapat memberikan kebijakan pengelolaan zakat untuk membangun daerah dengan berniat untuk kemaslahatan umat.
Demikian adalah beberapa manfaat zakaat untuk mengatasi inflasi dan ketimpangan ekonomi.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *