|
Sunday, 31 January 2010 |
|
Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Agustianto, mengusulkan pembiayaan hutan tanaman rakyat (HTR) yang dikucurkan pemerintah menggunakan pola syariah mudharabah muqayyadah off balance sheet yang menjadikan bank sebagai konsultan atau arranger saja. Dengan pola ini, bagi hasil yang disetorkan kepada BLU (Badan Layanan Umum) Departemen Kehutanan selaku shahibul mal, bisa lebih murah, yaitu dengan fee 2 %.
“Pola mudharabah muqayyadah off balance sheet jauh lebih murah biayanya jika dibandingkan pola on balance sheets atau pola syariah lainnya,” ujar Agustianto dalam seminar dan workshop bertema Pembiayaan HTR dengan Pola Syariah yang diselenggarakan BLU Dephut dan Forum Wartawan Kehutanan, kemarin di Hotel Bidakara Jakarta. |
|
|
Sunday, 31 January 2010 |
|
Asian Finance Bank berencana berinvestasi di Asia dengan alokasi dana sedikitnya 150 juta dolar AS. Asia menjadi bidikan karena ekspansi ekonomi di wilayah itu.
Bank yang mayoritas sahamnya sebesar 70 persen dimiliki oleh Qatar Islamic Bank ini akan memulai investasinya di proyek lingkungan sebesar 100 juta dolar AS, setelah itu adalah proyek ritel senilai 100 juta ringgit di Kuala Lumpur dan pembelian pesawat. “Asia akan menjadi kunci bagi perekonomian global,” kata Chief Executive Officer Asian Finance Bank, Mohamed Azahari Kamil, sebagaimana dikutip laman bloomberg, Jumat (29/1). |
|
|
Sunday, 31 January 2010 |
|
Bank Jabar Banten (BJB) Syariah kini tengah mempersiapkan segala persyaratan untuk pengajuan izin operasional. Rencananya paling lambat BJB Syariah akan mengajukan izin operasional ke BI pada 8 Februari mendatang.
Ketua Tim Counterpart Spin Off UUS dan Pembentukan BUS Bank Jabar Banten, Rukmana, mengatakan pihaknya kini sedang menyiapkan seluruh item yang diperlukan untuk pengajuan izin operasional. “Ada 13 item yang perlu dipersiapkan untuk mengajukan izin operasional. Salah satunya kami sedang menunggu pengesahan akte pendirian perseroan terbatas (PT) dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Rukmana kepada Republika, Jumat (29/1). |
|
|