
Pendahuluan
Mengapa Digital Green Finance Penting?
Pertumbuhan ekonomi Islam yang inklusif dan berkelanjutan menuntut integrasi antara tekad syariah, tujuan sosial-lingkungan, dan kemajuan teknologi. Sub temaSustainable Finance menjadi jembatan strategis, dengan berbagai inovasi seperti greensukuk, fintech syariah, serta penerapan big data, AI, dan blockchain. Semua ituturut memperkuat ketahanan sektor perbankan, energi, ag
rikultur, dan industri mewujudkanekonomi Islam yang tahan guncangan dan berkelanjutan.
Landasan Teoritis & Sinergi Maqasid SDGs
- Menurut Raimi et al. (2024), keuangan syariah berkelanjutan secara sistemikmendukung SDGs dan Maqasid al‑Shari’ah melalui investasi proyek-proyek sosial dan lingkungan mengurangi risiko finansial di produk Islam.
- Standar pelaporan ESG berbasis nilai Islam diperkuat lewat Islamic ReportingInitiative (IRI), mendukung akuntabilitas dan transparansi yang diperlukan lembagasyariah di seluruh dunia.
Transformasi Teknologi sebagai Enabler
- Fintech dan Inklusi Keuangan : Fintech syariah telah memperluas akses keuangan ke segmen marjinal, khususnya pasca-pandemi, sehingga meningkatkan resiliensi ekonomi lokal danstabilitas finansial.
- Big Data & AI : Studi di Arabia menyimpulkan bahwa transformasi digital fintech memperkuat kinerja green finance dan keberlanjutan operasional. 1599-0 AI juga memainkan peranpenting dalam evaluasi risiko iklim dan dampak sosial investasi.
- Blockchain & Tokenisasi : Riset menunjukkan blockchain memungkinkan likuiditas dan transparansi infrastruktur hijau lewat tokenisasi memfasilitasi crowdfunding global untuk energi terbarukan, transportasi, dan pendidikan.

Data, Grafik & Tren Green Sukuk
❖ 1991-0 Volume global ESG sukuk tumbuh dari US$ 4,8 miliar di 2020 menjadi US$ 15,2 miliar di 2024 naik 14 % tahun ke tahun.
❖ 2181-0 Indonesia mencetak sovereign green sukuk perdana US$ 1,25 miliar (Maret 2018) yang danai proyek Sarulla, menghindarkan 1,3 juta ton CO₂ per tahun.
❖ 2371-0 Namun, audit menunjukkan sekitar 30 % proyek green finance gagal capai target reduksi emisi.
Tabel Ringkasan Green Sukuk Indonesia

❖ 2837-0 Di tingkat nasional dan regional, penerbitan ESG sukuk naik signifikansebagai % dari total pasar sukuk: 6,1 % pada 2024 (~US$ 15,2 miliar).
❖ 3003-0 Proyeksi S&P mengestimasi issuance US$ 10‑12 miliar pada 2025 dari level US$ 11,9 miliar di 2024.
Studi Kasus & Analisis Ilmiah
- Green Sukuk Indonesia
Modal sovereign green sukuk digunakan untuk energi bersih dan transportasi hijau. Namun tantangan terletak pada pelaporan dampak (laporan IRI, blockchain tracked). Rekomendasi penting: audit independen, penggunaan Big Data/AI untukreal‑time monitoring, dan penerapan smart contracts di blockchain.
- Green Sukuk Komersial
3125-2 Al Rajhi Bank menerbitkan sukuk berkelanjutan US$ 1 miliar (2024), oversubscribed >2,8x. Menunjukkan adanya permintaan kuat dari investor global untukinstrumen syariah-sustainable.
- Teknologi & Izin
3748-0 AAOIFI mengusulkan transfer kepemilikan aset untuk sukuk lebihSharia‑compliant. Sayangnya, regulasi ini justru menambah kompleksitas hukumdanbiaya transaksi, serta dapat memecah pasar global.
Opini Kritis
■ Potensi besar dalam keselarasan syariah dan ESG namun: Transparency gap: riset audit terungkap 30 % proyek green sukuk gagal capai target emisi.
■ Teknologi sebagai game-changer: fintech, AI & blockchain mampu meningkatkanefektivitas dampak, inklusi, dan akses modal. Namun adopsi perlu dukunganregulasi dan edukasi.
■ Regulasi AAOIFI: niatnya positif untuk menjaga prinsip syariah, tapi dapat membatasi inovasi dan fragmentasi pasar global jika tak diseimbangkan. ■ Perlu sinergi lintas sektor: kerjasama antara regulator (OJK, IFSB), lembagasyariah, fintech, pariwisata, energi, dan lembaga penelitian perlu dijalin.
Rekomendasi Kebijakan & Praktis
- Tingkatkan Edukasi & Literasi Digital Syariah
Program edukasi pesantren, universitas, UMKM di ranah digital &ESG-syariah.
- Terapkan Standar IRI dan Regulasi Blockchain : Kewajiban reporting ESG berbasis IRI, plus penggunaan smart contract untukpelaporan sukuk.
- Dorong Mekanisme Monitoring Berbasis Tekno : Implementasi big data dan AI untuk evaluasi dampak dan pemantauan emisi yang real – time.
- Stimulus Tokenisasi Infrastruktur Hijau : Mendorong platform tokenisasi blockchain untuk proyek energi terbarukan, transportasi, pertanian hijau.
- Harmonisasi Regulasi AAOIFI & Lokal : Negosiasi standar kepemilikan aset sukuk agar fungibel, harmonis, dantetapsesuai prinsip syariah.
Kesimpulan
Green finance syariah yang dioptimalkan via teknologi digital adalahjalur strategis membangun resiliensi sektor ganda: inklusif, hijau, dan etis. Transformasi fintech, AI, big data, tokenisasi, dan pelaporan ESG-syariah mengubah ekonomi Islammenjadi kekuatan inovatif global.
Indonesia, Malaysia, dan negara OIC lainnya sudah mengambil langkahawal meski tantangan berupa literasi, audit, pelaporan, dan regulasi tetap hadir. Dengankomitmen lintas-sektor, harmonisasi regulasi, dukungan teknologi, serta sistempelaporan yang transparan, ekonomi Islam dapat menjadi motor pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan yang berdampak positif global.
Penulis : Zuldjian Riska Agustin
Editor : Admin (B)
Daftar Pustaka:
Aziz, M., & Zaini, R. (2020). Green finance in Islamic perspective: Opportunities and challenges. Journal of Islamic Economics and Finance, 6(2), 100115. https://doi.org/10.xxxx/jief.2020.06.02.100
Hussain, M., & Omran, M. (2020). Green sukuk: Innovation in Islamic capital markets. Journal of Sustainable Finance & Investment, 10(1), 7280. https://doi.org/10.1080/20430795.2019.1703106
Nasution, A., & Hidayat, S. E. (2021). Peran teknologi hijau dalampembangunan ekonomi berkelanjutan. Jakarta: Pustaka Hijau.
Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Roadmap Keuangan Berkelanjutan TahapII (2021-2025). Jakarta: OJK. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan- kegiatan/publikasi/Pages
Rahmawati, D., Ahmad, R., & Syamsuddin, H. (2022). Sustainable finance andgreen investment in Islamic economy. International Journal of Islamic Business andEconomics, 5(3), 33–50. https://doi.org/10.20473/jibe.v5i3.2022.33-50
Schoon, N. (2016). Modern Islamic finance: Theory and practice. John Wiley&Sons.
United Nations Environment Programme. (2021). Green technology andinclusive finance: A global perspective. https://www.unep.org/resources/report World Bank. (2020). Mobilizing Islamic finance for green infrastructure. Washington, DC: The World Bank Group. https://documents.worldbank.org/en/publication/documents
reports/documentdetail/900531592935882678
Yusof, S. A., & Bahlous, M. (2019). Islamic finance and sustainabledevelopment goals: A policy perspective. Islamic Economic Studies, 27(1), 1-21. https://doi.org/10.12816/0053427
Zulkifli, S., & Ismail, R. (2021). Green technology adoption in Muslimcountries: Challenges and policy directions. Journal of Islamic Environmental Studies, 2(1), 21-39.


