Kajian Online Shubuh FOSSEI : SPIRIT EKONOM RABBANI

 

NOTULENSI KAJIAN ONLINE SHUBUH

Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam

( ONLY GROUP WHATSAPP MUHARRIK FoSSEI )
SABTU, 09 Mei 2018
05.00 – 07.00 WIB

Tema : SPIRIT EKONOM RABBANI
Pemateri : Iman Ni’Matullah ( Head of Financing Islamic Enterprise & Alliance Bank Muamalat Pusat )
Moderator : Darihan Mubarak ( Presidium Nasional FoSSEI )

 

Assalamualaikum para Muharrik Dakwah FoSSEI .

انتم الروح الجديد في جسد الأمة

“Kalian adalah ruh baru pada jasad ummat ini”

Jadilah kalian generasi Rabbani (pengabdi Allah) karena kamu mengajarkam kitab dan karena kamu mempelajarinya. Ekonom Robbani berarti mereka yang telah mempelajari dan mengajarkan nilai-nilai yang tercantum dalam alquran dan assunah dalam bidang ekonomi lalu mengaplikasikan dan mensyiarkannya. Syarat utama Ekonom Robbani adalah belajar dan mengajar “AL-KITAB”, terutama prinsip Islam dalam bidang Ekonomi.

Siapa yang Malas kajian dan memberi kajian, Ojo Ngaku-ngaku sebagai ekonom Robbani.

Jika syarat utama itu sudah terpenuhi mari kita penuhi ALMUWASSHAFAAT atau karakteristik Ekonom Robbani :

1. Aqidahnya Lurus
Yang masih percaya klenik, horoskop, ajimat, jampi pelet dan santet. Pensiun sekarang juga dari status Ekonom Robbani. Yang masih takut Allah gak kasih rejeki, yang masih takut gak dapat isteri lalu dari sekarang udah mulai curi-curi hati anak orang, segera resign dari status Ekonom Robbani

2. Kokoh dan Mandiri
Kokoh artinya Ats-tsabaat. Teguh pendiriannya. Gak gampang goyah. Juga istiqomah. Jadi, kalau ternyata setelah lulus kita kerja di bank ribawi, FoSSEI telah gagal mencetak ekonom Rabbani. Mandiri artinya Qodirun alal kasbi. Mampu menghidupi diri. Tidak lagi sepenuhnya disuapin Ortu. Ingat yah, anak laki-laki yang sudah baligh harusnya sudah bisa cari makan sendiri

3. Dinamis, Kreatif, Inovatif
Ekonom Robbani tidak mudah patang arang. PLN (Pinter, Luwes, Nekat). Dia selalu mendapatkan bright side atas segala macam kondisi dan situasi. Mampu melahirkan ide lalu mengeksekusinya dalam sebuah amal nyata. So, jangan lagi mengeluh tentang dana yang kurang, tim yang tidak solid, dukungan kampus yang minim, alumni yang cekak dan kurang kontributif.

4. Expert dan Berwawasan Global
Ekonom Robbani harus ahli di bidangnya. Tidak setengah2 dalam menguasai satu disiplin ilmu. Ayo mulailah cari spesialisasi ilmu kalian di bidang ekonomi. Mau dalami pajak, monggo. Banking, silakan. Enterpreneurship, ayo. Akunting, boleh. Miliki ilmu sumur. Sumur itu gak luas2 banget. Paling banter 2 meter. Tapi daleeem. Ilmu sumur membuat kita punya diferensiasi. Different or Die !! Kalau udah punya ilmu sumur. Perluas wawasan dan cakrawala kita. Berfikirlah global. Hanya dengan cara itu, jiwa kita bertambah besar

5. Mau mengajarkan Ilmu
Ayo. Cari murid. Meskipun satu orang. Percayalah, dengan mengajar sesungguhnya kita sedang belajar. Jika kita tak mampu mencetak buku. Paling tidak mencetak kader.

6. Berani menjadi Pelopor Perubahan
Yang akan ikut dalam kereta sejarah adalah dia yang mau aktif dalam gerbong perubahan. Mulailah dari sekarang turut serta bergerak. Memperbaiki tatanan kehidupan Ummat da bangsa ini. Gak usah muluk-muluk. Menghidupi masjid sekitar kost atau rumah adalah langkah terkecil dalam sebuah agenda besar perubahan.

7. Mampu Tampil Sebagai Tokoh

Syarat utama menjadi Tokoh adalah kontribusi dan nilai kemanfaatan kita pada komunitas sekitar. Semakin besar kemanfaatan kita besar ketokohan kita. Ayo, wujudkan doa yang tercantum dalam halaman terakhir surat Al-Furqon. “Wajalnaa lil muttaqiina imaamaa” jadikan kami pemimpin bagi orang yang bertaqwa

8. Mengedepankan Ukhuwwah dalam Amal Jama’i

Yadullahi Fauqal Jamaah. Pertolongan Allah akan datang saat kita berjamaah. Kerja bersama-sama. Bersinergi. Berbagi PIKR (Power, Information, Knowledge, and Reward) adalah kunci sukses berjamaah.

Dari 8 Muwashaffaat itu kalau mau dikerucutkan sebetulnya bisa jadi 3 C :

1. Character
2. Capacity
3. Contribution

SESI TANYA JAWAB :
Pertanyaan 1

Sandi Darus Salam_LiSEnSi UIN Jakarta_

Terima kasih bang untuk materinya yang luar biasa. Saya mau bertanya bang, seperti yang sudah dijelaskan bahwa salah satu karakteristik ekonom rabbani yaitu Kokoh. Teguh pendirian, Tidak mudah goyah, dan tetap istiqomah.
Namun kita sebgai manusia biasa ada kalanya mengalami futur dalam mendakwahkan ekonomi islam. Lantas bagaimana caranya agar kita bisa tetap istiqomah dan mempunya ghiroh yang kuat dalam mendakwahkan ekonomi islam ini?
Terima kasih.

Jawaban :
Cara terbaik agar tidak futur adalah mencari auditor dalam hidup kita. Selama ini kita sebetulnya senantiasa didampingi auditor berupa malaikat Raqiib dan Atiid. Tapi kadang Iman kita lemah sehingga lupa dengan adanya mereka. Nah, auditor non malaikat juga perlu ada. Siapa mereka? Teman dalam organisasi, bisa juga senior yang kita jadikan mentor, atau junior yang kita jadikan binaan. Keberadaan mereka akan membuat kita selalu teringatkan akan sebuah visi dan value besar. Yang setiap kali api ghiroh meredup ia berfungsi sebagai percik api yang menyalakan ranting kering di hati kita. Nah, kalau udah lulus, auditor kita adalah isteri yang shalihah

Pertanyaan ke 2
dari Hamba Allah,

Salam ustadz saya belum tahu apakah saya kader Ekonom Rabbani atau bukan .semoga iya . Di saat kita berdakwah ingin mengedapankan nilai2 dakwah akan tetapi terbentur dengan aspek pendukung nya , seperti Finacial lah , aspek lainya dan membuat kita galau untuk melangkah kan itu bagaimana yah usatdz?
Yaa sih Percaya saja sama Allah , namun ada saja hal yang membuat turun motivasi nya Apa kiranya yang meski di lakukan. Satu lagi ustadz, Kalau kita berdakwah Eksyar untuk awalan misal motivasi nya karena keduniaan boleh gak ? Karena ingin akses lah, ada si dia lah atau lainya yang sifat nya keduniaan.

Jawaban :
Hidup adalah tentang mitigasi masalah. Problem akan hilang saat kita mati. Pun demikian dalam meniti kehidupan sebagai Ekonom Robbani. Sudah pasti ada ujiannya. Bisa karena keuangan, waktu, fisik, virus merah jambu. Cara paling mujarrab adalah dengan menetapkan visualisasi cita-cita. Tulis besar-besar dalam buku diary kita (emang masih ada buku diary?). Saya ingat betul waktu kuliah saya tulis SHARIA BANKER YANG NYANTRI.
Motivasi dunia boleh saja. Tapi harus diletakkan kedua setelah akhirat.

وابتغ فيما آتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصييك من الذنيا

” Carilah apa yang telah Allah siapkan di akhirat dan jangan lupakan bagianmu di dunia.”

 

Pertanyaan ke 3

IRFAN_KES UIN banten_
setelah terpenuhi nya karakteristik Ekonom Rabbani, selanjutnya bagaimana? Apa sudah cukup 2 hal tadi, belajar Al kitab dan memenuhi karakteristik Ekonom Rabbani.

Jawaban :
Belajar dan mengajarkan Ilmu dan upaya memenuhi 8 karakteristik ekonom Robbani semuanya adalah aksi nyata dalam gerakan kehidupan yang dilakukan secara simultan dan tiada henti. Jadi 2 + 8 tadi sudah cukup jika dilakukan dalam aplikasi dan bukan teori. Seperti dalam ujian, kerjakan yang mudah dulu. Istiqomahlah

Pertanyaan ke-4
dari Hamba Allah.

Pak iman saya mau tanya, itu poin 7 mampu tampil sebagai tokoh. Namun saya punya kasus yang “salah” dalam penokohan. Karena saya belum berpengalaman dalam hal ini dan bapak sudah banyak pengalaman untuk mengkader orang jadi saya ingin bertanya.
Kalau kita punya kader yang selalu ingin dirinya ditokohkan, hanya mau kerja ketika dilihat orang banyak, dan jarang mau mendengar nasihat orang lain. Kira kira bagaimna kita menyelesaikan masalah kader ini ya?
Kemudian pertanyaan kedua dilatar belakangi oleh “Dakwah bukan lah estafet”. Kebanyakan ketika selesai amanah di ksei, mereka memberikan “tongkat estafet” ke generasi selanjutnya dan benar benar melepaskan dirinya dari gelar ekonom rabbani khususnya ketika di akhir priode kepengurusan. Kira-kira bapak bisa memberikan saran/solusi terkait hal tersebut?

Jawaban :

Penyakit ‘Ananiyah’ atau keakuan berpotensi muncul pada setiap orang. Akulah yang hebat. Akulah yang paling shalih. Karenanya di karakter terakhir harus ada kesadaran berjamaah. Dan ingat, ketokohan itu bukan orang yang muncul di panggung. Ketokohan berbanding lurus dengan nilai kebermanfaatan.

Ada tokoh yang jarang muncul di panggung, tapi melahirkan tokoh yang menjadi singa panggung. Dialah Hadji Omar Said Tjokroaminoto. Ia menyediakan rumahnya di Jalan Peneleh sebagai kost bagi Ir. Sokarno, Kartosoewirjo, dan Semaun. Tokoh Nasionalis, Islamis, dam Komunis.

Benar. Dakwah bukan estafet. Tapi organisasi harus estafet. Jangan katakan pada mereka yang sudah lulus tapi tidak lagi aktif berkontribusi untuk organisasi sebagai orang yang lari dari dakwah. Bisa jadi, dia sedang melanjutkan dakwah ekonomi syariah di sektor yang lain.

 

untuk file PDF nya silahkan Download disini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *